BANTUL KOTA GEPLAK

BANTUL KOTA GEPLAK

Kabupaten dan Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai ciri khas masing-masing dan menjadikanya sebagai sebuah IKON. Kulonprogo terkenal dengan Geblek, Gunungkidul terkenal dengan Thiwul, Sleman terkenal dengan Salak, Kota Yogyakarta terkenal dengan Gudeg. 
Adapun Kabupaten Bantul terkenal dengan Kota Geplak.  Dan sampai saat ini makanan khas Kabupaten Bantul tersebut masih menjadi andalan sebagai oleh-oleh wisatawan saat berkunjung ke Bantul.
Geplak merupakan  salah satu makanan tradisional khas Kabupaten Bantul, DIY yang terbuat dari bahan utama kelapa. Pohon Kelapa banyak dijumpai di Indonesia mulai dari daerah pantai sampai dataran tinggi. Iklim Indonesia yang tropis menjadi alasan suburnya pohon kelapa di Indonesia. Yogyakarta. Kelapa sebagai bahan dasar Geplak menjadi sumber daya yang dimiliki Yogyakarta. 
Dalam salah satu halaman di “https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/” di sebutkan bahwa makanan Geplak sudah ada di Jawa sejak abad ke-19. Selain itu, di dalam naskah dokumentasi Mustikarasa pada tahun 1967 bab VI menyebutkan bahwa semua Geplak berasal dari Yogyakarta yaitu geplak djahe, geplak duren, geplak mrambus, geplak nangka, geplak panili, dan geplak sirsak. Di dalam naskah ini tidak terdapat Geplak di daerah lain di Indonesia. Rangkaian sejarah ini membuktikan bahwa Geplak telah hadir lebih dari satu abad dan telah disebutkan sebagai resep masakan Yogyakarta dalam dokumentasi resep Nusantara. Alat yang digunakan dalam pembuatan geplak antara lain:
1.    Kenceng merupakan tempat yang digunakan untuk mentatar kelapa dan memasak adonan di atas tungku. Terdapat perubahan kenceng yang digunakan. Sebelum tahun 2000, kenceng yang digunakan berbahan gerabah yang dibeli dari kasongan, namun karena tingkat pembakaran yang cukup tinggi sehingga gerabah hanya dapat bertahan 4-5 hari saja kemudian pada tahun 1989, kenceng yang digunakan merupakan kenceng tembaga yang dibeli dari Kota Gede. Kenceng tembaga lebih kuat dan lebih awet sehingga masih digunakan sampai sekarang. 
2.    Tampah merupakan tempat berbentuk lingkaran berbahan bambu yang digunakan untuk menyimpan geplak yang sudah dibentuk. 
3.    Irus merupakan penyiduk atau alat yang digunakan untuk mengaduk adonan yang berasal dari batok kelapa, 
4.    Tungku merupakan alat yang digunakan untuk memasak adonan geplak, 
5.    Cotek merupakan alat yang digunakan untuk mengambil adonan geplak, dan 
6.    Parut kelapa.
Pembuatan Geplak dengan pemanis gula, ada yang memakai gula jawa dan ada yang memakai gula pasir. Olahan dengan gula jawa akan menyebabkan warna kecoklatan dengan balutan tepung, sementara yang berbahan gula pasir akan menjadi putih. 
Hasil olahan berupa Geplak bercita rasa manis, sedikit basah, bertekstur lunak dan mempunyai aroma sesuai perasa yang digunakan untuk membuatnya yaitu warna hijau untuk rasa pandan, warna kuning untuk rasa nangka, merah muda untuk rasa frambos, cokelat untuk rasa jahe, dan putih untuk rasa durian. 
Bentuk dari Geplak ini mengalami tiga transformasi,yaitu :
1.    Tahun 1945 Geplak memiliki bentuk silinder dengan diameter 0,5 sampai 0,75 cm dan panjangnya 2 cm dan disebut geplak Srintil;
2.    Tahun 1950-1960 Geplak berbentuk lanset dengan 2 ujung yang kecil, panjang 10 cm dan tengahnya silinder kira-kira 1,5 cm yang dicetak dengan cetakan bersalur-salur. 
3.    Kemudian di tahun 1970-an geplak bertransformasi lagi dengan dicetak menggunakan tangan (dikepel) sampai sekarang. 
Kabupaten Bantul sebagai satu kabupaten penghasil geplak di DIY memiliki banyak sekali Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memproduksi geplak, baik dengan gula pasir maupun gula kelapa/jawa. Makanan geplak memiliki peran penting di dalam pariwisata dan ekonomi masyarakat Bantul. Permintaan geplak sebagai oleh-oleh khas Bantul menjadi daya dukung laju produksi geplak.  Hampir semua toko oleh-oleh di Yogyakarta menyediakan Geplak sebagai salah makanan oleh-oleh. 
Selain itu, inovasi-inovasi yang dikembangkan melalui rasa dan kemasan semakin meningkatkan penjualan di dalam produksi geplak di Bantul.
Di Kapanewon Bantul sendiri, semula banyak sekali pengusaha/perajin Geplak.  Tetapi lambat laun mulai menghentikan aktifitas produksi. Seperti Geplak PAWIRO DINOMO. Saat ini masih ada beberapa perajin Geplak yang masih eksis dengan terus berproduksi yaitu :
1. Geplak Jago di Gose 
2. Geplak Mbok Tumpuk di Sumuran
3. Geplak Widodo di Badegan
Hasil penjualan makanan geplak ini meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat dibuktikan dengan hadirnya berbagai outlet yang dimiliki oleh UKM-UKM yang ada di Bantul. 
Indusrtri Geplak juga berperan dalam hal ketenagakerjaan. Geplak mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Dari proses penyediaan bahan baku seperti kelapa dan beras. Proses pembuatan bahan baku terutama yang berbahan gula jawa. Sampai pembuatan Geplak sendiri yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

Beberapa kelebihan dari Geplak sehingga sangat pantas dan layak untuk oleh-oleh antara lain:
•    Rasanya  manis serta ada sensari rasa buah kelapa yang di parut. Cocok bagi penyuka makanan manis.
•    Ada berbagai variasi rasa dan warna tampilan Geplak  mewakili rasa yang berbeda. 
•    Relatif Murah, meskipun kualitas juga berbeda beda sehingga harga per kilonya bisa  berbeda jauh. 
•    Awet. Geplak  tahan selama 2 sampai 3 hari. sehingga cocok dijadikan oleh-oleh mereka yang berkunjung ke wilayah di selatan kota Yogyakarta itu
Makanan khas dari Bantul ini bisa bikin gigi ngilu jika tak biasa makan yang supermanis. Namun, anehnya tetap disukai orang sepanjang masa. Kinipun warnanya tak sekedar putih dan cokelat tetapi warna-warni yang memikat. Rasanya pun bisa dipilih sesuai selera. 

Dengan adanya Pabrik Gula Madukismo serta tersedianya kelapa yang melimpah di Kabupaten Bantul maka industri Geplak dapat di jadikan andalan khas sepanjang masa.

Pemerintah Kabupaten Bantul perlu membuat kebijakan terhadap pelestarian Geplak sebagai andalan Khas Kabupaten Bantul, misalnya dengan menekankan agar setiap jamuan sncak rapat, salah satu isinya adalah Geplak. Nantinya akan mendorong majunya usaha industri Geplak ini dari hulu sampai hilir. Kalau kebijakan seperti ini bisa konsisten dilakukan, nama besar Geplak akan kembali berkibar. Hal ini selaras dengan slogan JAGORIKO, yaitu JAJAN TONGGO NGLARISI KONCO. 
Dalam perkembangannya geplak tidak hanya menjadi komoditas makanan, sangat mungkin juga dijadikan branding motif batik, logo dan lain sebagainya. Inovasi tentang geplak akan menjadi tak terbatas. 

Penulis Fauzan Mu’arifin (Panewu Bantul)

Puskesmas
di Kapanewon Bantul

Puskesmas Bantul I

Puskesmas Bantul I

Jalan KH. Wakhid hasyim No 208 Palbapang Bantul
(0274) 7104470

Puskesmas Bantul II

Puskesmas Bantul II

Geblag, Bantul, Bantul
(0274) 6994490

Komando Rayon Militer Bantul

Koramil / Komando Rayon Militer Bantul

Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo

Kepolisian Sektor Bantul

Polsek / Kepolisian Sektor Bantul

Jl. Marsda Adisucipto No.102 Bantul
(0274) 367403

Kantor Urusan Agama Bantul

KUA / Kantor Urusan Agama Bantul

Jl. Marsda Adisucipto No.10 Bantul
(0274) 646102