KAPANEWON dan KALURAHAN di KABUPATEN BANTUL, DULU DAN SEKARANG

Jumat Legi, 22 Oktober 2021 14:13 WIB ∼ 54

KAPANEWON dan KALURAHAN di KABUPATEN BANTUL,
 DULU DAN SEKARANG
Kecamatan (juga disebut distrik di provinsi Papua Barat dan Papua, serta kapanewon dan kemantren di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah bagian wilayah dari daerah kabupaten atau kota yang dipimpin oleh Camat. Kecamatan diatur sesuai dengan ketentuan Pasal 1 angka 24 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan bahwa "Kecamatan atau yang disebut dengan nama lain adalah bagian wilayah dari Daerah kabupaten/kota yang dipimpin oleh camat".
Kapanewon dan kemantren adalah pembagian wilayah administratif di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kapanewon setara dengan kecamatan tingkat kabupaten sementara kemantren setara dengan kecamatan tingkat kota. Kapanewon dipimpin oleh panèwu, sedangkan kemantren  dipimpin oleh mantri pamong praja. Penyebutan tersebut diberlakukan pada tahun 2020 sesuai dengan Pergub No 25 tahun 2019.
Selain itu, sekretaris kecamatan disebut sebagai Panewu Anom untuk Kabupaten, dan di sebut  mantri anom untuk wilayah Kota.
Di daerah  selain Daerah Istimewa Yogyakarta, di sebut Kecamatan dipimpin oleh seorang Camat. Adapun  di PAPUA sesuai dengan UU No.21 Tahun 2001 tentang OTONOMI KHUSUS BAGI PROVINSI PAPUA.
Sejak jaman sebelum merdeka, Kabupaten Bantul telah terbagi dalam beberapa Kapanewon dan Kalurahan. Sebagian masuk wilayah Yogyakarta dan sebagian masuk wilayah Surakarta. Memasuki kemerdekaan, Pemerintah Daerah Istimewa Yogtakarta (Kasultanan dan Pakualaman)  mengeluarkan Maklumat nomor 5 tahun 1948 tanggal 19 April 1948 tentang PEROBAHAN daerah-daerah kalurahan dan nama-namanya, dengan tujuan untuk memperlengkapkan pembangunan kalurahan-kalurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Maklumat tersebut meliputi kalurahan se Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perubahan tersebut dimulai sejak tahun 1946 yang terkenal dengan istilah BLENGKETAN yang diperintahkan oleh Sri Sultan HB IX.
Adapun untuk Kabupaten Bantul, beberapa Kalurahan di gabung dan ada juga yang berubah nama, selengkapnya  sebagai berikut :
1.    Kapanewon Bantul
a.    Kalurahan  Bantul (Gabungan Kalurahan Teruman, Gandekan dan Bedjen)
b.    Kalurahan Ringinhardja (semula bernama Bantulkarang)
c.    Kalurahan Palbapang (Gabungan Kalurahan Gandong, Taruban dan Tadjeman)
d.    Kalurahan Trirenggo ( Gabungan Kalurahan Niten, Nagasari, Batikan)
e.    Kalurahan Sabdodadi (semula bernama Kejongan)

2.    Kapanewon Sewon
a.    Timbulhardja (Gabungan Kalurahan Rendeng, Dadapan, Sudimara. Kowen, Kepek)
b.    Bangunhardja (Gabungan Kalurahan Saman, Wadja, Ngoto, Njoereog)
c.    Panggunghardja (Gabungan Kalurahan Tjabeyan, Prantjak, Krapjak)
d.    Pandawahardja (Gabungan Kalurahan Pandawa, Karanggede, Kranthil, Bandung, Ngrukem)
3.    Kapanewon Kasihan
a.    Tirtanirmala  (Gabungan Kalurahan Bekelan, Padokan, Mrisi)
b.    Ngestihardja (Gabungan Kalurahan Kembang, Sutopadan, Nitipuran, Onggobajan)
c.    Tamantirta (Gabungan Kalurahan Ngebel, Sumberan, Kasihan)
d.    Bangundjiwa (Gabungan Kalurahan Kasongan, Bangen, Sribitan, Paitan)
4.    Kapanewon  Pedes
a.    Argamulyo (Gabungan Kalurahan Watu, Kaliberot, Pedes, Kemusuk)
b.    Argasari (Gabungan Kalurahan Sedaju, Klangon, Tonalan)
c.    Argaredja (Gabungan Kalurahan Ngentak, Sundikidul)
d.    Argadadi  (Gabungan Kalurahan Sungapan, Sukahardja, Dingkikan)
5.    Kapanewon Padjangan
a.    Triwidadi  (Gabungan Kalurahan Sokadadi, Trujtuk, Kersan)
b.    Sendangsari (Gabungan Kalurahan Krebet, Manukan)
c.    Guwasari (Gabungan Kalurahan Irojudan, Slarong)
6.    Kapanewon Pandak
a.    Widjireja (Gabungan Kalurahan Kauman, Gesikan)
b.    Gilanghardja (Gabungan Kalurahan Krekah, Djodoglegi, Bantulan)
c.    Trihardja (Gabungan Kalurahan Gunturan, Tirta, Sijangan)
d.    Tjaturhardja  (Gabungan Kalurahan Gluntung, Tundjungan, Tegallajang,  Glagahan)

7.    Kapanewon Srandakan
a.    Trimurti (Gabungan Kalurahan Srandakan, Mangiran, Puron)
b.    Pantjasari (Gabungan Kalurahan Saptokondo, Wanatingal, Sambikerta, Madjahurip, Trihudadi)
8.    Kapanewon Sanden
a.    Gadingsari (Gabungan Kalurahan Namparejo, Radjaniten, Sokahardja, Sedaju)
b.    Murtigading (Gabungan Kalurahan Srihardana, Sidohardja, Kartopontjo
c.    Gadinghardja (Gabungan Kalurahan Mandingmas, Renggosari)
d.    Srigading (Gabungan Kalurahan Gunungwingko, Pugeran, Srabahan, Kalidjurang)
9.    Kapanewon Kretek
a.    Tritamulja (Gabungan Kalurahan Sarapadan, Bratjan, Karen, Kradjan)
b.    Tirtosari (Gabungan Kalurahan Kirabajan, Djuregan)
c.    Tirtoharga (Perubahan nama  Kalurahan Gunungkuntji)
d.    Tirtohardja (Gabungan Kalurahan Sana, Grogol)
e.    Danatirta (Gabungan Kalurahan Gadinghardja, Banjudana, Kradenan)
10.    Kapanewon Panggang
a.    Sidamulja (Gabungan Kalurahan Turi, Djerukan, Panggang, Ngireng-Ireng)
b.    Muljadadi (Gabungan Kalurahan Tulasan, Bekang, Pete, Grogol)
c.    Sumbermulja (Gabungan Kalurahan Gersik, Lipura, Kaligondang, Kebondalem)
11.    Kapanewon Pundong
a.    Pandjangredja (Gabungan Kalurahan Pandjang, Gedangan, Krapjak)
b.    Selahardja (Gabungan Kalurahan Biro, Dermodjurang)
c.    Srihardana  (Gabungan Kalurahan Munggang, Patrabajan, Pundong, Nangsri)
12.    Kapanewon Imogiri
a.    Selapamiara (Gabungan Kalurahan Kalidadap, Siloek, Lanteng)
b.    Srihardja (Gabungan Kalurahan Madjaura, Dogongan)
c.    Wukirsari (Gabungan Kalurahan Singosaren, Padjimatan, Girilaja, Potjung, Barongan)
13.    Kapanewon Djetis
a.    Canden (Gabungan Kalurahan Kralas (sebagian) , Suren, Gadungan)
b.    Patalan (Gabungan Kalurahan Bakulan, Kategan, Kralas (sebagian), Gersela, Gaduh)
c.    Sumberagung (Gabungan Kalurahan Bedji, Barongan, Bulus,Sawahan)
d.    Trimulja (Gabungan Kalurahan Karangsemut, Blawong, Ponggok)
14.    Kapanewon Gondowulung
a.    Wanakrama (Gabungan Kalurahan Djatirenggo, Karanganjar, Purwakrija)
b.    Tamanan (Gabungan Kalurahan Redjokusuma, Ngumbulsari, Banthengan)
c.    Wirakerten (Gabungan Kalurahan Tobratan, Bandjarsari, Batutirta)
d.    Pleret (Gabungan Kalurahan Nambangredja, Baleredja, Tambakredja)
e.    Djambidan (Gabungan Kalurahan Kreteklor, Surodinanggan, Sambiredja)
f.    Pataran (Gabungan Kalurahan Majungan, Mertosanan wetan, Balong)
15.    Kapanewon Pijungan
a.    Sitimulja (Gabungan Kalurahan Tjepakdjadjar, Ngablak, Maduganda, Madjasari)
b.    Srimulja (Gabungan Kalurahan Sandejan, Pajak, Bintaran, Djalasutra)
c.    Srimartani (Gabungan Kalurahan Daraman, Petir, Godongan)
16.    Kapanewon Kotagede
a.    Baturetno (Gabungan Kalurahan Ngipik, Wioro kidul, Mantup)
b.    Banguntapan (Gabungan Kalurahanm Sarawadjan, Ketandan, Pilihan, Pringgolajan)
c.    Umbulhardja (Gabungan Kalurahan Semaki , Mudja-mudju,  Warungbata, Sorosutan, Giwangan)

Berjalannya waktu dan dinamika di masyarakat,  ada beberapa perubahan wilayah maupun nama kapanewon yaitu :
1.    Perubahan nama Kapanewon Pedes menjadi Kapanewon Sedaju
Perubahan ini berdasar Surat dari Kabupaten Pamong-Praja Bantul tanggal 27 April 1951 No. 2562/Pr/51. hal permohonan penggantian nama Kapanewon Pedes menjadi Kapanewon "Sedayu yang telah
disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kalurahan, Majelis
desa dan semua instansi-instansi Pemerintah dalam Daerah Kapanewon Pedes. Selanjutnya ditetapkan melalui PERATURAN PEMERINTAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (PERDA DIY) Nomor : 9 Tahun 1951 (9/1951) Tentang: Penggantian nama Kapanewon "Pedes" menjadi Kapanewon "Sedaju", Kabupaten P.P. Bantul. Tanggal 19 Juni 1951.
2.    Perubahan nama Kapanewon Panggang  menjadi Kapanewon Bambanglipuro
Adapun alasan untuk mengganti nama Kapanewon Panggang Kabupaten Bantul ialah karena terdapat dua Kapanewon yang namanya Panggang, yaitu di Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantul, sehingga mudah menimbulkan kekeliruan alamat. Perubahan nama ditetapkan melalui PERATURAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA  (PERDA DIY) NOMOR 6 TAHUN 1955 (6/1955) Tentang : Penggantian nama Kapanewon "Panggang" Kabupaten Bantul menjadi Kapanewon Bambanglipuro, tanggal 30 juni 1955.
3.    Perubahan dan penambahan 4 Kapanewon yaitu : Kapanewon Imogiri, Dlingo, Pleret dan Banguntapan. Hal ini berdasar PERATURAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (PERDA DIY) NOMOR 1 TAHUN 1958 (1/1958)
Tentang: Perubahan Batas Dan Nama Kapanewon-Kapanewon Imogiri, Gondowulung Dan Kotagede Dalam Kabupaten Bantul tanggal 15 Januari 1958. Perlu dijelaskan bahwa menurut Undang-undang Daerurat Nomor 5 tahun 1957 daerah enclave Imogiri (Surakarta) dan Kotagede (Surakarta) telah dimasukkan kedalam wilayah DAerah Istimewa Yogyakarta, sehingga Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai kekuasaan untuk mengadakan perubahan atas batas-batas Kapanewon tersebut sebagaimana yang telah ditentukan dengan Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 18/K/DPR/1955.
Lima Kapanewon, yaitu Imogiri (Yogyakarta), Imogiri (Surakarta), Gonwulung, Kotagede (Yogyakarta) semua terletak dalam Kabupaten Bantul, perlu dijadikan empat Kapanewon untuk :
1.    Menyederhanakan susunan administrasi
2.    Menghemat pengeluaran uang Pemerintah;
3.    Menambah perhatian terhadap kemajuan daerah-daerah pegunungan
4.    Menambah perhatian terhadap kemajuan daerah;
Selengkapnya sebagai berikut :
a.    Kapanewon Imogiri terdiri dari 8 kalurahan yaitu : Selopamioro, Srihardjo, Wukirsari, Imogiri, Karangtalun, Karangtengah, Kebonagung dan Girirejo.
b.    Kapanewon Dlingo, sebagai Kapanewon yang baru  terdiri dari 6 kalurahan yaitu : Dlingo, Mangunan, Muntuk, Djatimulyo, Terong. Semula 6 kalurahan tersebut masuk wilayah Surakarta.
c.    Kapanewon Pleret, sebagai Kapanewon yang baru   terdiri dari  5 kalurahan yaitu : Wonokromo, Pleret, Segorojoso, Bawuran, Pleret. Kapanewon ini merupakan Gabungan sebagian Kalurahan yang ada di Kapanewon Gondowulung dan sebagian dari Kapanewon Kotagede (Surakarta)
d.    Kapanewon Banguntapan, sebagai Kapanewon yang baru  terdiri dari 8 kalurahan yaitu : Tamanan, Wirokerten, Djambidan, Potorono, Baturetno, Banguntapan, Singosaren, Djagalan. Merupakan gabungan dari Kapanewon Kotagede  (Yogyakarta dan Surakarta) dan Gondowulung
Dari uraian diatas, ada beberapa nama Kapanewon yang hilang yaitu
1.    Gondowulung
2.    Kotagede (Yogyakarta)
3.    Kotagede (Surakarta)
4.    Imogiri (surakarta)
Adapun nama Kapanewon yang baru adalah :
1.    Kapanewon Dlingo
2.    Kapanewon Banguntapan
3.    Kapanewon Pleret
Berdasarkan UU no 5 tahun 1974 tentang Pemerintahan Daerah tertanggal 23 Juli 1974   istilah Kapanewon berubah menjadi Kecamatan.
Selanjutnya sesuai dengan Undang-Undang keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarat, sebagaimana tersebut dalam PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 25 TAHUN 2019 TENTANG PEDOMAN KELEMBAGAAN URUSAN KEISTIMEWAAN PADA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DAN KALURAHAN  tertanggal 4 april 2019, penyebutan Kecamatan di ganti dengan Kapanewon. Saat ini di Kabupaten Bantul terdiri dari 17 Kapanewon dan 75 Kalurahan.
Demikian perjalanan perubahan istilah Kapanewon di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya di Kabupaten Bantul.
Bantul, Oktober 2021
Panewu BANTUL

DRS. FAUZAN MU’ARIFIN


Puskesmas
di Kapanewon Bantul

Puskesmas Bantul I

Puskesmas Bantul I

Jalan KH. Wakhid hasyim No 208 Palbapang Bantul
(0274) 7104470

Puskesmas Bantul II

Puskesmas Bantul II

Geblag, Bantul, Bantul
(0274) 6994490

Komando Rayon Militer Bantul

Koramil / Komando Rayon Militer Bantul

Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo

Kepolisian Sektor Bantul

Polsek / Kepolisian Sektor Bantul

Jl. Marsda Adisucipto No.102 Bantul
(0274) 367403

Kantor Urusan Agama Bantul

KUA / Kantor Urusan Agama Bantul

Jl. Marsda Adisucipto No.10 Bantul
(0274) 646102